Hot Reads

Minggu, 04 Juni 2017

Samsung Galaxy J2 Prime

Samsung Galaxy J2 Prime memiliki dimensi 144.8 x 72.1 x 8.9 mm dengan bobot sekitar 160 gram. Untuk layar smartphone besutan Samsung ini menggunakan panel IPS LCD Capacitive Touchscreen, meskipun tampilannya tidak sejernih smartphone kelas premium. Ukuran layar sebesar 5 inch, tampil cukup menarik dan pas di genggaman. 
Samsung Galaxy J2 Prime
Samsung Galaxy J2 Prime
Samsung tidak asal-asalan dalam membenamkan komponen mesin smartphonenya, terbukti dengan chipset Mediatek MT6737T yang terdapat pada Samsung Galaxy J2 Prime. Kemudian dipadukan dengan prosesor Quad-core 1,4 GHz Cortex A53, tidak heran jika performanya cukup handal. Samsung Galaxy J2 Prime mengandalkan sistem operasi OS Android Marshmallow v6.0.

Sama dengan Samsung Galaxy J5, Samsung Galaxy J2 Prime juga memiliki RAM 1,5 GB. Meskipun hanya 1,5 GB, diharapkan bisa menampilkan aktivitas aplikasi yang lancar. Memori internalnya hanya berkapasitas 8 GB, anda bisa memperbesarnya dengan bantuan microSD Card.

Anda hobi selfie bareng teman? Samsung Galaxy J2 Prime memiliki kamera belakang yang beresolusi 8 MP lengkap dengan fitur autofocus dan LED flash. Sedangkan untuk kamera depannya beresolusi sebesar 5 MP lengkap dengan fitur LED Flash juga. Semoga Bermanfaat.

Jumat, 26 Mei 2017

Inilah 10 Bahaya Minum Teh Yang Bisa Menyebabkan Kanker

Minum Teh telah menjadi agenda rutin bagis sebagian orang di Indonesia. Biasanya teh dikonsumsi dipagi hari dan disore hari. Mengkonsumsi teh memang nikmat apalagi dipadukan dengan biskuit atau roti. Teh juga memiliki aroma yang nikmat dan dapat membangkitkan konsentrasi.

Ada banyak macam-macam teh.
- Teh Oolong, biasanya untuk meningkatkan stamina tubuh.
- Teh Hitam, memiliki aroma khas dan warna hitam pekat.
- Teh Putih, memiliki banyak campuran krim.
- Teh Herbal, biasanya dijadikan obat tradisional.
- Teh Hijau, biasanya digunakan untuk diet dan obat kecantikan.

Mengkonsumsi teh selain bermanfaat juga ternyata berbahaya bagi sebagian orang. Teh dapat berbahaya jika dikonsumsi secara berlebihan maupun secara salah. Bahkan Teh dapat menyebabkan kanker. Berikut kami sajikan 10 bahaya minum teh seperti dilansir dari halosehat.com.

1. Tubuh Kurang Cairan
Mengkonsumsi teh setiap hari dalam jumlah yang berlebihan atau lebih dari 7 gelas sangat berbahaya bagi kesehatan karena kandungan senyawa pada kopi mampu mengikat dan menyerap cairan dalam tubuh sehingga menyebabkan tubuh terserang dehidrasi, Akibatnya tubuh mudah kelelahan.

2. Nyeri Pada Tulang dan Gigi
Kondisi ini dirasakan betul oleh wanita asal Amerika yang mengalami rasa nyeri di setiap persendian tulangnya hingga gigi. Dokter mendiagnosa wanita tersebut terlalu banyak minum teh sehingga membuat darah memiliki kandungan fluoride yang tinggi. Faktanya wanita tersebut minum teh celup satu pitcher teh setiap harinya.

Konsentrasi fluoride normalnya pada darah adalah tidak lebih dari 0,10 mg/liter, namun wanita tersebut memiliki kandungan fluoride mencapai 0,43 mg/liter. Setelah di sarankan oleh dokter untuk mengurangi konsumsi teh, akhirnya membuat kadar fluoride menurun dan rasa nyeri mulai berkurang.

3. Kanker Prostat
Pria yang mengkonsumsi teh lebih dari 7 gelas setiap hari beresiko terserang kanker prostata Zat chlorine dan cafein yang menumpuk pada jaringan kelenjar prostat dapat merusak sistem reproduksi pria dan menimbulkan pertumbuhan sel abnormal dalam DNA yang memicu munculnya sel kanker.

4. Sakit Maag 
Minum teh di saat perut sedang kosong ternyata membuat asam lambung semakin meingkat. Asam lambung terus di produksi dalam lambung untuk membantu proses penyerapan makanan di dalam lambung. Perut kosong dalam waktu lama saja sudah membuat resiko terkena maag apalagi jika Anda minum teh, justru akan semakin meningkatkan produksi asam lambung. Akibatnya lambung akan terjadi peradangan yang merupakan Anda sedang sakit maag. Usahakan untuk jangan minum teh sebelum anda makan, bahkan minum teh setelah makan pun juga memiliki bahaya dalam memhambat proses penyerapan zat besi. Oleh karena itu minumah teh di sela-sela waktu setelah makan sekitar 2 jam setelahnya, dan tentu dengan jumlah teh yang wajar.

5. Menurunkan Kualitas ASI
Bahaya minum teh setiap hari pada ibu yang sedang menyusui dapat dicegah dengan cara tidak mengkonsumsi teh atau lebih baik hindari minuman teh selama masa program menyusui dilakukan. Zat cafein pada kopi dapat merusak kualitas air susu ibu. ASI yang telah terkontiminasi aroma dan senyawa teh dapat menyebabkan rasa ASI menjadi hambar dan kondisi ini dapat menyebabkan bayi tidak mau menyusu lagi.

6. Sering Sakit Kepala
Kondisi ini adalah akibat dari konsumsi teh baik manis atau tawar secara berlebihan. Minum teh seperti yang diulas di awal bisa membuat terhambatnya penyerapan zat besi oleh tubuh yang akhirnya pembuatan sel darah merah pun semakin menurun. Kekurangan darah akan mempengaruhi organ tubuh seperti otak. Kita akan mudah merasa pusing jika kekurangan darah dalam tubuh. Oleh karena itu, mulai kurangi konsumsi teh untuk menjaga produksi sel darah merah kita.

7. Warna Gigi Keruh
Terbiasa minum teh selama bertahun tahun dapat menyebabkan perubahan warna pada lapisan gigi. Zat cafein pada the mampu masuk ke dalam rongga-rongga gigi lalu melekat pada email gigi dan menetap lalu menyebabkan warna keruh pada gigi sehingga tampilan gigi terlihat tidak cerah atau cenderung menguning.

8. Gangguan Tenggorokan
Penelitian yang dilakukan di Iran oleh Universitas Teheran menemukan bahwa minum teh panas bisa menyebabkan iritasi pada tenggorokan bahkan lebih bahaya lagi bisa menyebabkan kanker tenggorokan.

Riset tersebut dilakukan di Malekzadeh yang ditemukan penduduknya banyak menderita kanker tenggorokan. Anehnya, konsumsi rokok dan alkohol di daerah tersebut sangatlah rendah, dan sebaliknya hamper keseluruhan dari mereka meminum teh hitam secara teratur sebanyak satu liter tiap harinya.

9. Menyebabkan Alzheimer
Bahaya minum teh setiap hari dan jangka panjang dapat memicu kerusakan jaringan otak dan menyebabkan seseorang terserang penyakit pikun atau Alzheimer Osteofluorosis, dimana seseorang akan mengalami keterlambatan dalam berfikir, ketidakmampuan dalam mengolah informasi, kesulitan mengingat dan kehilangan daya ingat.

10. Resiko Jantung
Kadar kafein dalam teh akan membuat jantung berdetak lebih cepat, dikarenakan tekanan darah yang meningkat. Selain itu konsumsi teh pada penderita penyakit jantung akan menimbulkan perasaan gelisah hingga mengalami arrhythmia yang artinya detak jantung tidak berirama. Bagi penderita penyakit jantung ini merupakan kondisi yang berbahaya dan bisa berakibat pada kondisi yang lebih kritis.

Sesekali minum teh tidak akan menjadi masalah, yang menjadi bahaya adalah ketika mengkonsumsinya dengan pola yang salah. Yang perlu diperhatikan dalam minum teh adalah jangan minum teh lebih dari 5 cangkir dalam sehari. Kemudian jangan langsung minum teh setelah makan, tunggulah hingga waktu 2 jam agar nutrisi dari makanan sudah diserap sepenuhnya.

Selain itu yang perlu diperhatikan adalah pastikan meminum teh dalam suhu yang tidak terlalu panas. Selain itu, kurangilah takaran gula yang anda tambahkan dalam teh anda.

Mulailah ubah kebiasaan hidup anda mulai dari sekarang sebelum tubuh anda mengalami masalah. (sumber: raja konten)

Ini 4 Makanan yang bisa Bersihkan Ginjal

Ginjal adalah organ ekskresi yang berbentuk mirip kacang. Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin.
(foto: sumbernutrisi.com)
Agar ginjal bisa menjalankan fungsinya dengan baik, tentu harus dijaga bersih dari racun. Nah, ada beberapa makanan yang bisa membantu membersihkan ginjal. Beberapa diantaranya seperti yang dilansir lama Boldsky.

1. Bawang putih
Selain membuat masakan yang dikonsumsi jadi lezat bawang putih membantu menyingkirkan racun dari dalam tubuh. Hal ini disebabkan bawang putih mengandung alisin dan selenium.

2. Tepung gandum
Gluten yang terdapat dalam juga berperan membantu 'usir' racun yg ada di dalam tubuh secara alami.

3. Sayuran hijau
Tak cuma mengandung serat yang baik bagi tubuh, adanya klorofil turut membantu mengusir racun yang ada di aliran darah. Seperti senyawa logam dan pestisida.

4. Teh hijau
Tingginya kandungan antioksidan di dalam teh hijau membantu hilangkan lemak yang terakumulasi di ginjal. (sumber: Warta Kesehatan)

Selasa, 23 Mei 2017

3 Hal yang Meningkatkan Risiko Bunuh Diri

Kabar kematian penyanyi yang terkenal di era 1990-an, Tommy Page (46), menimbulkan duka mendalam untuk keluarga dan penggemarnya di seluruh dunia.

Walau pihak berwenang belum mengeluarkan pernyataan resmi, banyak pihak yang menduga ia bunuh diri karena depresi. Fakta tersebut seolah berbeda dengan yang ditunjukkan Tommy lewat akun media sosialnya. Di sana, kehidupannya seolah baik-baik saja. Pertanyaan yang kemudian muncul apakah penyebab seseorang ingin bunuh diri?

Adakah tanda-tanda awal jika seseorang ingin bunuh diri?

Bunuh diri bisa terjadi karena berbagai faktor yang jika muncul dalam diri seseorang, dapat meningkatkan risiko terhadap perilaku yang mengarah pada upaya bunuh diri.
Ilustrasi
Psikolog klinis dewasa Anna Margaretha Dauhan mengatakatan bahwa menurut penelitian yang dilakukan oleh Thomas Joiner, dkk. pada tahun 2005 dan 2009, ada tiga hal yang dapat meningkatkan risiko perilaku bunuh diri pada seseorang, yaitu:

1. Thwarted Belongingness yaitu kehilangan rasa memiliki satu sama lain. Perasaan saling memiliki menjadi penting karena manusia pada dasarnya tak dapat hidup sendiri. Manusia membutuhkan orang lain untuk berbagi bahagia dan keluh kesah. “Jika seseorang tidak memiliki hubungan yang berarti dengan orang lain kemungkinan ia akan merasa tidak ada orang yang peduli atau sayang pada dirinya,” ungkap Anna.

2. Perceieved Burdensome yaitu persepsi bahwa seseorang tidak memberikan kontribusi yang berarti di area-area yang penting (pekerjaan, sekolah, kehidupan sosial). “Ketika seseorang merasa gagal dan menjadi beban untuk orang lain, terkadang muncul perasaan bahwa dunia akan menjadi lebih baik bila dirinya tidak ada,” papar Anna.

3. Acquired Capabilty to Enact Suicide yaitu kemampuan untuk melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri. “Inilah yang berbahaya. Kejadian bunuh diri tidak akan terjadi tanpa adanya kemampuan untuk menyakiti diri sendiri,” kata Anna. (sumber: Tabloidbintang)
Copyright © 2014 Sarahcoey.com
- Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger